rindu kerupuk jengkol
Hasil sirkuit Karate yang dilaksanakan di Samarinda tanggal 27-28 Maret 2009 ber berlangsung sengit. kenapa tidak, dari 35 atlet yang di Pelatnaskan tidak semuanya bisa lolos dan tidak semuanya juga bisa ikut. Hasil yang beruntung mengikuti The 1st Asian Matrial Art Games, Bangkok - Thailand, April 25 - May 03, 2009 sbb : Dyah Puspitasari -55 kg (Jateng), Tantri Widyasari -61 kg (Sumut), Wiwi Pertiwi +61 kg (Sulsel) Doni Dharmawan -60 kg (Sumut), Ismail Aswar -67 kg (Sulsel), Hendro Salim -84 kg (Sulsel), Rafael -75 kg (DKI).
Martinel Prihastuti atlet karate Sumatera Barat satu-satunya dari 35 atlet karate yang dipelatnaskan di Samarinda juga belum beruntung. "Bukan kenapa-kenapa The 1st Asian Matrial Art Games Bangkok tersebut hanya mempertandingkan kelas tinggi saja, sementara Martinel kelas - 48 kg", demikian paparan Jumadi, SH., selaku Bidang Pembinaan Prestasi FORKI Sumbar yang hadir di sana sebagai monitoring dan satu-satunya Wasit Sumbar yang dipanggil.
Pelatnas yang disentralkan di Hotel Sempaja Samarinda, di bawah komando M. Gusti beserta rekan tim lainnya Syamsuddin, Mursalim, Omita, terus menggembleng patriot pembela bangsa menuju Sea Games XXV Desember 2009 mendatang di Laos.
Kru KRM sempat menghubungi Martinel via ponsel pada saat rest, tentang progres yang dicapai disana. Utik , menyampaikan salam kangen buat masyarakat Sumbar terutama Keluarga besar karate, dan abang-abang dari media peliput. "Yang penting Utik masih tetap latihan dengan serius menunggu seleknas Seagemes dalam waktu dekat". Tambahan lagi satu kerinduaan yang sangat mendalam, yaitu pada kuliner khas Minang Kabau, "karupuak jariang senpai....!!!" Martinel menutup telpon dari tanah Borneo.












Contact Person: