
Perwasitan Sumbar setengah hati
Penataran Wasit/Juri yang dilaksanakan oleh PB. Forki pada Kejurnas Mendagri XII dan Mendiknas II tanggal 28 s/d 30 Juli 2009 di Lampung memberikan peluang kepada wasit/juri Karate untuk memperbaiki peringkatnya masing-masing. Baik itu NC - WB harus ikut penataran lagi. Kecuali WA memang hanya Reffreshing saja, itupun masih ada Wasit A Sumatera Barat tidak hadir.
Namun bagi perwasitan Sumatera Barat kesempatan ini hanya merupakan semacam rutinitas saja, kenapa tidak 23 orang yang dikirimkan FORKI Sumatera Barat, yang berhasil menaikkan peringkat hanya Desmadewi (JB - JA), Zul Akhmar (NC - JB), Efrinaldi (NC - JB), Nurza Maizar (NC - JB), Edi Yunasri (NC - JB) selebihnya jalan di tempat, yang lebih parah lagi ada yang sudah 2 kali ujian masih saja NC.
Setidaknya Perwasitan ini mempunyai latihan rutin, layaknya pelatda bagi atlet, sebab mempelajari gestur yang terdiri dari rangkaian gerakan Kihon. Itu semua perlu diulang dan diulang, tidak itu saja ada hafalan setidaknya pengulangan soal-soal.
Ini semua motivatornya adalah seksi perwasitan, jangankan itu Seminar Perwasitan Nasional yang lalu saja sampai saat ini belum disosialisasikan dengan perwasitan yang ada, apalagi dengan perwasitan perguruan yang berminat.
Hasilnya perwasitan ini mempunyai korelasi dengan hasil pertandingan di lapangan. Demi perkaratean Sumatera Barat seyogyanya kita bahu membahu kalau kita masih punya hati. Kalau untuk Perguruan, masing-masing kita sudah bisa lihat perguruan-perguruan eksis yang mempunyai jam kegiatan di tingkat daerah sampai nasional. Tapi kini saatnya kita menuju ke jenjang yang lebih nasional lagi dengan satu format yaitu FORKI SUMBAR, merdeka !!!












Contact Person: