
Ucok dan Butet sandingkan Piala Kasad 2010
Mengomentari kekalahan kedua kalinya di Kejuaraan Piala KSAD ini dari Donny, Umar mengaku terjadi semata karena kesalahan dirinya. ”Setelah unggul 6-1, saya sudah tidak ingin menggunakan taktik lagi. Karena saya pikir, saya akan lebih cepat menang,” katanya. Mantiri, yang cukup lama menangani Donny dan Umar, menegaskan, Donny memiliki catatan rekor lebih baik dari Umar. ”Karena selama ini baru Donny ah satu-satunya karateka Indonesia yang mampu menjadi juara tiga Kejuaraan Dunia Karate WKF di Finlandia tahun 2006,” tegasnya. ”Malam ini fisik Donny jauh lebih prima daripada Umar. Ketika Umar mulai turun konsentrasinya karena kelelahan, justru Donny terus berinisiatif menambah poin. Ternyata Donny berhasil,” ujarnya.
Kemenangan ini membuat Donny dua kali menjadi karateka terbaik Piala KASAD. Gelar pertama diraih pada Piala KSAD VIII-2006 di Medan. Di bagian putri, Tantri Widya Sari, juara kelas -61 kilogram dari Inkanas Sumatera Utara, mengalahkan Yolanda Asmuruf, jawara kelas -68 kilogram dari KKI Papua. Yolanda yang mendapat dukungan dari Kepala Staf TNI AD Jenderal George Toisuta langsung melakukan serangan tanpa memerhatikan pertahanannya. Ia pun sempat tertinggal 5-0. Yolanda secara perlahan mendapat nilai. Namun, Yolanda tidak mampu lagi menyusul perolehan angka Tantri. Itu sebabnya hingga waktu pertarungan 3 menit usai, Yolanda harus menerima kekalahan dengan angka 7-10.
Kepada Kompas, KASAD menegaskan, untuk menambah kegiatan karate di Tanah Air, jajaran TNI AD akan bekerja sama dengan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) untuk menggelar pada bulan Juni 2011, dengan mengundang karateka dari negara Asia lainnya.
Kejuaraan ini dapat menjadi ukuran bagi karateka Indonesia yang dipersiapkan ke SEA Games 2011. ”Sebab, bukan hanya saya, tetapi masyarakat Indonesia juga mau cabang karate menjadi penyumbang medali terbanyak di SEA Games nanti,” kata KSAD yang juga Ketua Umum PB PJSI itu.












